INSPIRASI

  • PERLUNYA HALAL

(oleh K.H.Cholil Bisri)

Syahdan, ketika pemuda Idris duduk termangu di bawah kerindangan pohon di tepi sungai, azan maghrib pertanda berbuka puasa terdengar sayup berkumandang. Tanpa ikhtiar matanya melihat sebuah delima merekah bertengger di bibir sungai. Lapar dan dahaga menghentikan laju akal beningnya. Tangannya pun segera menggapai delima dan dengan lahap memakannya habis.

Namun sehabis menunaikan sholat maghrib, nuraninya menyadarkan bahwa delima yang dilahap habis itu bukan miliknya dan tidak jelas halalnya. Artinya masih syubhat.

Esok harinya, begitu terang tanah, Idris pun mulai berjalan menyusuri sungai menuju hulu. Dia mencari pohon delima yang ditanam di tepi sungai. Akhirnya dia menemui kebun delima di belakangan sebuah rumah yang berhalaman bersih dan apik. Agaknya dia bertemu dengan semacam pesantren. Dengan mantap pemuda Idris mendatangi rumah pemilik kebun delima itu. Setelah sekedarbasa-basi, Idris menyampaikan maksud kedatangannya. Dia memohon agar delima kenter (terbawa air) kali yang kadung dimakannya itu dapat dihalalkan.

Al-`arif  Billah pemilik kebun delima itu dikenal arif. Tanpa sungkandia berkata, “Wah tidak bisa begitu. Ada syaratnya untuk mendapatkan halal itu. Kalau kamu sanggup memenuhi syarat saya, baru delima yang kamu makan itu halal. Bagaimana ?” Pemuda Idris pun menyanggupi. “Begini. Untuk mendapatkan halal, kamu harus mengaji dan khidmah (melayani) saya selama dua ahun, tanpa bayaran, kecuali makan gratis seadanya.”

Begitulah, selama dua tahun pemuda Idris mengaji dan khidmah dengan ikhlas, demi memburu kehalalan. Setelah dua tahun penuh. Idris menghadap pemilik kebun delima dan meuntut ikrar halal. Tetapi, orang tua itu masih belum berikrar. Bahkan memberi tambahan persyaratan. “Delima yang kamu makan saya halalkan, akalu kamu mau menikahi putri saya. Tetapi, sebelumnya kamu harus tahu, bahwa putri saya itu buruk rupa, lumpuh, buta, tuli dan bisu. Bagaimana ?”

Tanpa pikir panjang, pemuda Idris menyanggupi. Lalu dinikahkanlah Idris dengan Fatimah anak pemilik kebun delima yang sampai dengan saat ijab nikah belum pernah dilihatnya. Dia meminta mas kawin aneh. Yaitu, mendidik berhias, melatih berjalan, menuntun perjalanan, membuatnya mendengar dan mengajarinya berbicara. “Ya, saya terima mas kawin tersebut,” kabul idris.Maka menikahlah Idris dengan Fatimah.

Usai itu, oleh mertuanya, Idris dipersilahkan masuk kamar pengantin. Seperti yang biasa dilakukan, begitu membuka tirai, Idris menyampaikan salam. Mendengar salam, gadis yang berada di kamar itu berdiri dab dengan lembut menjawab. Mata Idris hinggap pada wajah rupawan yang aduhai. Sejenak Idris termangu, kemudian dia berbalik menuju ruang utama menemui mertua. “Maaf Pak, saya tidak menjumpai pengantin saya. Tidak ada perempuan yang bapak sebut. Saya hanya melihat seorang gadis muda yang bersuara merdu, bermata bagai kejora yang begitu saya ulukisalam, menjawab dengan lembut. Bagaimana ini ?”

Sang Mertua menjawab dengan senyum. “Itu memang pengantinmu. Dia buruk rupa, buktinya samapi sebesar itu belum laku. Dia lumpuh, artinya tidak pernah mau pergi kemana-mana. Dia buta dari keindahan di luar rumah. Dia tuli dari mendengar penggunjingan tetangga, dan bisu karena tak mau sembarang berbicara. Itulah dia, Nak. Kami titipkan anakku Fatimah untuk kamu bimbing,” kata Al-`Arif Billah.

Kelak, lahirlah seorang mujtahid besar bernama Muhammad bin Idris Asy Syafi`i yang madzhabnya diikuti oleh hampir semua muslim di negara-negara ASEAN.

Itulah barangkali perlunya perut kita tidak sembarang dijejali makanan yang diragukan kehalalannya. Nafsu kita memasukkan makanan ke dalam perut kita -apakah hasil curian,korupsi, penipuan atau lainnya- kalau belum jelas milik sendiri, seharusnya dihindari. Dengan begitu kelak akan lahir – generasi sesudah kita – generasi andalan, bukan generasi narkotika atau shabu-sahbu.

(dalam “Pencari Ketenangan Batin – 2008)

 

  • SOE HOK GIE, SANG DEMONSTRAN

Setelah mencoba mencari, meminjam dan lain sebagainya, ada sahabat yang yang baik hatinya tiba2 memberi tahu bahwa CSD (Catatan Seorang Demonstran) ada versi PDF nya. makasih Catur Setyawan🙂 http://www.facebook.com/banjoesetyawan .

Walaupun ada beberapa hasil pemindaian dari buku tersebut yang kurang jelas, namun tetap memberikan sedikit gambaran tentang sosok yang diperankan Nicholas Saputra alam GIE.

Tanpa berpanjang lebar, silahkan menikmai Catatan Seorang Demonstran. semoga bermanfaat.

Gie-catatanseorangdemonstran (Download)

  • CORETAN KECIL DALAM KAMAR LUSUH

Seperti nya aku telah menempatkan note ini sebagai diary-ku.. haha,,

hampir setiap saat, ketika  terpikir tentang satu hal, langsung aku goreskan kata-kata dalam form ini..

malam ini aku melihat manusia-manusia berlalu lalang.. dari utara, timur, selatan dan barat..

tanpa aku bertanya kepada mereka,, aku tau mereka pasti punya tujuan yang akan dicapai..

begitu pula untuk hidup kita,, perlukah kita bertanya kemana diri kita akan berlabuh?

tentang tujuan-tujuan hidup yang dari mimpi dan berharap terealisasi..

aku ingin berbicara tentang falsafah air yang mengalir.. mungkin sebagian dari kita berprinsip seperti halnya air,, atau bahkan menjadikannya sebagai tujuan hidup yang akan terus mengalir kemanapun kita suka..

kalau kita telaah secara sedarhana,, air itu mengalir ke tempat-tempat rendah,, dan sebagian masuk ke celah-celah mencari tempat yang kering..

mungkin untuk sebagian dari kita yang menjadikan falsafah air sebagai prinsip hidup adalah mereka ingin selalu berbagi dan peduli dengan manusia-manusia yang yang memang membutuhkan..

berbagi dan peduli = mengalir ke temapt rendah..

tempat yang kering = manusia-manusia yang membutuhkan..

bila prinsipnya seperti itu, mungkin aku setuju,,

tapi bila yang dimaksud air mengalir tanpa tujuan, dan menjadikan itu sebagai tujuan hidup..

terus kemana tujuan hidup kita,,?

ini bukan soal polemik tentang air mengalir ..

tapi tentang tujuan hidup makhluk-makhluk kecil..

yang dimulai dari coretan-coretan kecil tentang sebuah mimpi,,

jangan pernah takut bermimpi kawan..

coretkan mimpi-mimpimu dimanapun tempat yang kau suka dan kau lihat setiap saat,,

agar kau teringat,, agar kau semangat,, agar kau bahagia dunia akhirat,,

semoga kita semua sehat wal afiat…

hahahaha..

amiiiiinn…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s