” Drafter Inside “

Posted: November 18, 2014 in STRUCTURE ENGINEERING

lowongan kerja Drafter

Aku mengawali karir di bidang civil / structural engineering sebagai drafter di sebuah perusahaan kontraktor swasta nasional, PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRC), pada pertengahan tahun 2011. Tepatnya, pada sebuah proyek rumah sakit internasional milik Mayapada group yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Meski tak lama ikut terlibut pada proyek tersebut, namun banyak sekali ilmu yang ku dapat, yang nyaris memang belum ku ketahui, atau bahkan belum diajarkan di dunia pendidikan tinggi, terlebih tentang manajemen gambar kerja. Ketertarikanku memilih terjun di dunia pelaksanaan di awal karir, mungkin salaha satunya akibat termakan “provokasi” Site Manager waktu aku KP (Kerja Praktek) dulu. Kira-kira kalimat “provokatif”nya seperti ini : ” Orang-orang konsultan itu, orang-orang yang “bodoh” yang tak tahu apa2 soal lapangan, tapi sok tahu. Jadi, besok saat lulus, masuk dulu kontraktor. Biar kamu tahu, seperti apa lapangan, seperti apa pelaksanaanya, seperti apa hasil desain diterapkan untuk menjadi bangunan riil, nah nanti kalo udah mateng di lapangan, terserah kalo mau pindah ke konsultan. Jadi di konsultan kamu nggak egois dalam mendesain, kamu juga memikirkan bagaiman proses pelaksanaannya. Desain yang baik itu yang mudah dilaksanakan ” .

pfffftttt.. panjang juga ya ternyata kalo ditulis. Untung aku punya daya inget yang cukup ;p

Beruntungnya aku ditakdirkan pernah “ngilmu” pada proyek tersebut, proyek Mayapada Hospital. Meski waktu itu posisiku sebagai drafter, namun banyak hal yang aku dalami, antara lain : soal metode kerja pelaksanaan, time schedule, bestaad ( bar bending schedule ), quantity surveyor dan estimasi pelaksanaan, dan terutama soal manajemen gambar kerja. Bahkan, kesedikit-bisaanku tentang analisa struktur dengan SAP2000, aku diminta membantu merencanakan metode kerja formwork untuk ruang radiologi, yang dinding, pelat lantai dan atapnya mempunyai ketebalan 2 meter. Namun disini tak akan ku bahas. Aku ingin fokus soal menikmati masa ku sebagai seorang drafter. titik ! Tapi aku justru bersyukur awal karir sebagai drafter, serasa meniti karir dari nol. Dimana drafter merupakan peran yang penting. center of point. Semua perlu gambar, Guys. Buat pelaksanaan kerja, menghitung volume, dan yang pasti sebagai bahasa universal yang menerjemahkan sebuah konsep desain.

Pada saat itulah, aku mulai mengenal “makhluk” yang disebut : For Approval, For Construction, For Information, RFI (Request For Information ), Shop drawing dan as built drawing, Super Imposed atau Composite Gambar, dlsb. itu memang prinsipku. Aku tak mau terjebak dan terkungkung oleh sebuah label. Aku bebas. Merdeka. Aku juga (di)kenal(kan) seorang drafter handal di lingkungan NRC . Meski tak terlalu dekat, namun aku memetik ilmunya mengenai dunia drafting melalui hasil karyanya yang menjadi referensi dalam memproduksi shop drawing yang baik dan informatif. Kabarnya, beliau memproduksi shop drawing pada tiap proyek bukan “memodifikasi” – seperti kebanyakan para drafter melakukannya – gambar For Construction  dari Konsultan perencana, melainkan menggambar sendiri sesuai dengan ke-khas-annya. Beliau-lah, drafter terhandal yang pernah ku kenal, setidaknya menurutku. Sebuah pemahaman tentang gambar rencana dan kerja yang telah dijalani selama puluhan tahun. Seperti hal nya seorang structural Engineer yang melalui prosesnya akan membentuk intuisi yang disebut Engineering Judgement, sang drafterpun juga demikian.

Drafter-Job-Description-Image

Menurut hemat yang aku pahami berdasarkan pengalaman, seorang drafter yang handal bukan sekedar mereka yang lihai mengoperasikan dan mengoptimalkan sebuah program komputer yang digunakannya, melainkan sebuah pemahaman komprehensif yang mengintegrasikan antar displin ilmu yang satu dengan yang lain, yang menghasilkan suatu produk gambar yang informatif dan proporsional. Dan pemahaman ini perlu proses, perlu belajar yang panjang, tergantung kemauan sang drafter. Meski tak dapat dinafikan bahwasanya penggunaan program komputer sangat membantu dalam efisiensi dan optimasi tingkat akurasi dari gambar tersebut.

Ada pepatah mengatakan, ” banyak jalan menuju roma “. Banyak cara untuk menghasilkan suatu produk gambar yang baik, presisi, informatif dan proporsional. Setiap drafter punya teknik dan ke-khas-annya sendiri. Men-draft yang baik tak hanya melakukannya dengan hati, tetapi juga dengan teliti. Jangan pernah minder menjadi drafter, namun juga jangan menutup diri soal perkembangannya. Semua posisi itu penting. Segala sesuatu punya perannya. Besar kecil peran tersebut bukan terletak pada posisi, melainkan tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. *halah .. Udah malam. Aku mau tidur dulu. Intinya drafter itu penting. Ini pengenalan saja. Lain waktu kalo sempet dan inget yang lebih mendalam lagi bahasannya. ke Tekla juga, gimana ? Mau ?

622x350

Meski tak ada hari drafter nasional ataupun dunia, atau akunya saja yang belum tahu, ku persembahkan tulisan ini untuk para sang drafter yang budiman. Tanpa kalian, rasanya sulit sebuah konsep perencanaan, perencanaan, dan pelaksanaan dapat terwujud dengan baik. Sebab, adanya bangunan yang indah, unik dan megah, ada kalian di dalamnya. itu !

Asahlah terus pengetahuan dan keterampilanmu dalam dunia drafting. Kembangkan potensi semaksimalkan mungkin. Perkaya dengan program-program komputer terbaru dan canggih yang mendukung kinerjamu.

Berkembanglah , Kawans !

Banjarmasin , 18 November 2014 menjelang tengah malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s