Hidup adalah Kepedulian

Posted: April 21, 2013 in INSPIRATION & MOTIVATION

image

Manusia diciptakan tak hanya untuk patuh terhadap Sang Penciptanya, namun juga harus baik terhadap sesamanya. Bahkan sesama makhluk.

Sejak di pendidikan tingkat dasar kita telah diajarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial, selain juga sebagai makhkuk individu.

Sisi sosial manusia mendorong dirinya agar senantiasa bermanfaat dan terus berbagi serta memberi dalam hidup ini. Bukankah yang demikian ini sebaik-baiknya manusia ?

Seperti Ibu-Ibu yang hendak aku ceritakan di bawah ini, bagaimana beliau konsisten dalam perjuangannya untuk bermanfaat terhadap sesama, meski tak gampang rintangan dan tantangan yang harus dilewatinya.

Di kampung ku, kelurahan Keputran, tepatnya gang 7 pada sebuah kota kecil yang berada di jalur pantura yang sering disebut sebagai Kota Batik Pekalongan, terdapat sebuah Panti Asuhan yang mengasuh serta membina anak-anak yatim disekitarnya. Namanya panti asuhan binaan anak yatim Dewi Aminah.

Keberadaan panti tersebut merupakan satu semangat kepedulian dari ibu-ibu muslimat NU ranting keputran Pekalongan. Dan akulah salah satu diantara anak asuhnya pada generasi sekian.

Entah apa yang ada dibenak Ibu-Ibu itu, wa bil khusus Ibu Siti Hanifah, yang biasa kami panggil Bu Han. Beliau yang mengajarkan banyak hal tentang hidup dan berkehidupan. Tentang memberi dan pemberian. Dan tentang peduli dan kepedulian. Rasanya sekelumit catatan ini tak mampu menceritakan tentang Panti Asuhan Dewi Aminah.

image

Pada panti tersebut, kami dibina dan dididik sampai tingkat Menengah Atas. Sebab memang masih sebatas itu kemapuan panti tersebut membina kami, dan belum sampai ke tingkat yang lebih tinggi lagi, ditambah biaya pendidikan di tingkat tinggi begitu menggila dan gila-gilaan. Namun lebih dari itu kami sangat bersyukur bisa sampai pada pendidikan menengah atas.

Bagiku pribadi, pelajaran terpenting yang bisa diambil adalah bagaimana kami yang mungkin dianggap “kurang beruntung” justru merasa lebih dari keberuntungan itu sendiri.

Ada banyak pelajaran yang justru hikmahnya sangat terasa saat tak lagi tinggal dan dididik di tempat itu. Bagaimana memaknai hidup dan kehidupan.

Ada sebuah tradisi saat kami telah selesai menamatkan tingkat menengah atas yaitu sebuah pelepasan, yang berarti pula kami telah tamat juga dibina di tempat tersebut. Namun secara moral kami tak pernah benar-benar tamat, wa bil khusus bagiku, akan selalu dan selalu terjalin ikatan kepedulian itu.

Hal yang paling berkesan pada pelepasanku adalah saat aku diminta memberikan sepatah dua patah kata ungkapan perpisahan. Sempat terhela nafas sejenak sebelum selanjutnya sepatah dua patah kata itu terucap dengan air mata yang tertahan. Suatu kalimat yang terucap dari manusia bodoh dan hina tersebut adalah, ” ibu-ibu pengurus panti tak mengharap imbalan apapun dari anak asuhnya. Beliau-beliau hanya mengharap ridho Allah. Mengikuti perintah Nabi Agungnya untuk sayang pada anak yatim. Mengetuk satu pintu ke pintu yang lain untuk mencari pendanaan sebagai pemenuhan hidup dan pendidikan kami

Air mataku tak tertahan. Tetes demi tetes mulai mengalir. Saat itu juga, kulihat Ibu-Ibu pengurus mulai meneteskan air matanya. Terlihat betapa tulus perjuangannya, betapa ikhlas kepeduliannya, dan betapa ridhonya hanya mengharap ridho Ilahi.

Merekalah kartini-kartini sejati di jaman yang maraknya rasa tega dan pudarnya rasa iba. Mereka punya cara tersendiri memaknai emansipasi.

Emansipasi bukan dan harus selalu soal keseteraan gender. Emansipasi bukan seberapa tinggi pendidikan yang dicapai. Emansipasi tak selalu perempuan ikut andil jadi pemimpin. Yang aku tangkap dari tokoh yg disebut penggerak emansipasi wanita ( Raden Ayu Kartini ) bahwa emansipasi adalah ketika perempuan menjadi manusia sepenuhnya tanpa berhenti menjadi perempuan sepenuhnya. Dan emansipasi adalah sekelompok Ibu-Ibu yang hanya mengharap ridho Ilahi mau peduli terhadap anak-anak yatim di sekitarnya.

Selamat hari kartini 21 April 2013 untuk perempuan indonesia. Teruslah peduli terhadap anak-anakmu dan jangan pernah berhenti jadi perempuan seutuhnya.

Comments
  1. baehakibm says:

    Kehidupan memang sllu mempunyai nilai positif, krna smua peristiwa-NYA gk da yg sia-sia..
    hnya Allah lah sang perencana peristiwa tersebut.
    setiap org didalam hidup kita, ADA untuk sebuah alasan, UNTUK mengajarkan sesuatu yang BERHARGA untuk kita…

    termasuk mengenalmu, adalah sesuatu yg berharga..
    gd luck kawan..

    • Andar says:

      Setiap manusia diciptakan untuk menginspirasi dan terinspirasi. Teruslah menginspirasi dan menebar bau harum dan bermanfaat buat sekitar, Kawan. Tiada hal terindah dalam hidup ini selain bisa berbagi apapun yg kita punya dan mampu untuk mereka yang membutuhkan. Generasi muda adalah generasi dimana jiwa dan raganya sedang dipersiapkan untuk jadi pemimpin, minimal bagi diri sendiri.

      Salam,
      dari sahabat yg terinspirasi oleh mu.

  2. Restiananta says:

    Definisi ’emansipasi’ yang menarik Bung Andar. Tulisan Bung Andar yang ini sungguh sederhana. Namun dari kesederhanaan tersebut terlihat ketulusan hati Bung Andar. Saya akan lanjut baca tulisan yang lainnya. Saya merasa terpanggil kembali untuk menulis. Sukses Bung!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s