PENCAPAIAN KITA SETELAH .. BULAN.. TAHUN.. ABAD..MILINEIUM..?

Posted: November 16, 2012 in INSPIRATION & MOTIVATION

 

 

 

 

 

Setelah terlalu lama kita berjalan, kita seakan lengah dan tak peduli sekaligus menghiraukan tentang apa saja yang telah kita lalui. Sehingga semua pencapain kita dalam perspektif yang sederhana tergolong “egois” akan tujuan yang telah kita tungu-tunggu dengan pengharapan penuh. Tapi entah berapa lama pencapaian tersebut akan bertahan. Kita semua tak ada yang tahu. Kita hanya selalu berharap dan berusaha untuk terus mempertahankannya, atau bahkan mengembangkannya sampai batas sejauh-jauhnya. Tak dapat dimungkiri bahwa itu sudah bawaan suatu makhluk yang disebut manusia yang selalu tidak puas.

Menengok sedikit ke belakang.  Apa yang telah kita capai sekarang, mustahil tanpa adanya sumbangsih keringat dan air mata siapa saja yang melintasi perjalanan hidup kita. Tak sedikit yang ikut terlibat dalam pencapaian kita sekarang ini. Baik secara langsung atau pun ytidak langsung, banyak yang simpatik kepada kita dengan terus memberikan motivasi dan inspirasi. Dan ada begitu banyak makhluk istimewa yang mungkin tidak kita sangka-sangka dengan ridho dan sukarelanya mau meneteskan air mata untuk mendoakan kita. Kita tak pernah tahu.

Terkadang atau bahkan kita terlalu sering meminta disalamain dan lupa memberi salam, kita terus minta untuk didengar dan lupa untuk mendengar, kita terlalu sering berbicara dan  memaksa mereka terbungkam, kita terlalu banyak untuk dimengerti dan lupa untuk mengerti, kita lebih suka dilihat, dan malu untuk melihat, dan kita terlalu naif untuk dikenal dan gengsi untuk mengenal, terlebih saat salah kita sering berusaha untuk dimintai maaf dan bukan meminta maaf.

Semua mereka lakukan dengan tulus dan sepenuh hati untuk memberi salam, mendengar, membiarkan kita berbicara, mengerti, melihat, mengenal dan meminta maaf kepada kita. Lalu, kapan kita berlaku sebaliknya ?

Nampaknya kita perlu sejenak merenungkan  suatu nasihat sederhana dan sarat akan makna. “ketika kita meminta kepada Tuhan, kita paksa Tuhan memberi apa yang kita minta. dan sebandingkah, ketika ada makhluk yang datang menghampiri kita yang hanya sekedar ingin meminta simpatik kepada kita, lantas kita acuhkan, bahkan kita usir secara primitif?”

Mereka yang menyegerakan segala perilaku untuk berbagi dan memberi telah mencerminkan sikap manusiawi yang sesungguhnya, yang slaing tolong menolong.

So, tengok sekali lagi ke belakang sebelum dengan lantang kita mengeluarkan statmen bahwa kita manusia yang sukses. tanyakan pada diri kita sampai dimana pencapaian kita selama berapa bulan ? berapa tahun ? atau bahkan berapa abad ? tentunya bila tanpa MEREKA .

Arti kesuksesan tak semata-mata dipandang dari segi pencapaian, namun ketika kesuksesan tersebut dapat membawa berkah kepada mereka yang ikut terlibat secara langsung atau tidak langsung, dan bahkan yang sama sekali tidak kita kenal bisa merasa damai dan sejahtera bersama kita, itulah kesuksesan secara perspektif subyektif saya.

Bukan dengan seberapa banyak kita memberi dan berbagi, melainkan seberapa ikhlas kita berbagi.

 

salam salam salam,

M.I.F.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s