Surat Rindu Untukmu Terkasih, IBU

Posted: October 6, 2012 in INSPIRATION & MOTIVATION

Saat ku rindu, ku baca coretan ini. Coretan yang pernah ku kirimkan padanya saat usianya akan menginjak 52 tahun. Ku pandangi gambar fotonya yg selalu ku bawa kemanapun kami berjauhan.

Sesekali aku tak hanya tanyakan apakah dia bahagia, tapi juga ku tanyakan apa yang bisa membuatnya bahagia..

Bagiamana denganmu sahabat ? mari mari dan mari hadirkan senyum dari mu dan untuk nya. Ia pasti bangga dengan kita. Tak ada alasan untuk menjadi putra putrinya yg tak membanggakan. Tak ada alasan pula kita tak bangga padanya.

Ibu,,

Mungkin aku tak biasa romantis padamu..

Aku bingung tentang cara menyayangimu,,

Aku canggung  mesra padamu,,

Mungkin karena aku merasa aku telah dewasa?

Teringat ketika kecil,

Sebelum berangkat sekolah kau memintaku minum susu,,

Sebelum tidur  kau juga begitu,,

Nampak begitu sehat dan menggemaskannya anakmu dulu,,

Ibu,,

Aku tau,,  kau begitu cinta padaku,,

Hingga semua kau relakan demi pendidikanku,,

Aku juga tau,, kau begitu setianya pada bapak ku,,

Enam belas tahun lamanya, kau masih tegar seperti dulu,,

Walau terkadang kau ngeluh sakit dan letih,,

Aku merasakanya..

Aku yang sedang berbeda denganmu kini,,

Merasa begitu dekat, mesra dan rindu padamu..

Aku rindu pertanyaan-pertanyaanmu tentang  merangkai kata sambutan,,

Aku rindu kau memintaku menuntun membaca do’a yasin dan tahlil..

Aku rindu kau memintaku mengantarmu…

Aku rindu semua tentangmu,,

Ibu,,

Kini anakmu tak seperti dulu,,

Yang Tak ada tujuan,, tak ada pandangan,, tak jelas,,

Satu diantara tujuan hidupku,,

Member i cinta dan kebahagiaan kepadamu,,

Menikmati  hari tuamu dengan mahluk-makhluk kecil ku,,

Bercanda,, bergurau,, dan berbahagia,,

Mengajarkan apa yang kau ajarkan kepadaku,,

Tak kubiarkan kerja keras lagi,,

Nasehatmu waktu itu,,

Selalu menemani setiap langkahku,,

Yang  terkadang ditentang orang,,

Dibenci,, diumpat,, dipersalahkan,,

Terkadang aku merasa sepi dan sendiri dengan nasehatmu,,

Tapi aku tak peduli,,

Nasehatmu waktu itu,,

Memberi warna baru dalam hidupku,,

Menjadi bagian dari keberadaanku,,

Mengerti tentang arti hidup ini,,

Yan selama ini tertutup tirai-tirai keegoisan,,

Rasanya cukup dua orang yang menginspirasi keberadaanku ini,,

Ibu,, ibu,, ibu,, dan bapak

Ibu,,

Semangatmu adalah langkahku,,

Sabarmu adalah motivasiku,,

Kesederhanaanmu adalah inspirasiku,,

Kau memang bukan sarjana, master, doctor apalagi professor,,

,,

Tapi,

Nasehatmu waktu itu,,

Lebih dari motivasi dan inspirasi  manusia-manusia yang ber-title..

kau yang mengajariku tentang hidup adalah memberi dan berbagi

Disaat semua mengkerdilkanku,, tak percaya kemampuanku,,

Hanya kau waktu itu yang memberi semangat dan peduli dengan pendidikanku,,

Betapa susahnya waktu  itu,

Kita hanya berdua,,

Teringat Siti hajar dengan Nabi Ismail antara sofa dan marwa,,

Astaghfirullah,, kenapa aku begitu naïf,,

Kenapa malam ini aku begitu melankoli,,

Setetes air mata pertanda rasa sayang, rindu dan bangga padamu,,

Jari jemari yang  ndredek (bergetar tak terkendali),, memukul huruf demi huruf merangakai kata

Pertanda betapa tegar dan kuatnya semangatmu,,

Ibu,,

Maaf,, dulu aku berpura-pura bermimpi menjadi mahasiswa,,

Nasehatmu waktu itu,,

Mengubah semua cara pandangku tentang hidup ini,,

Membuat makhluk kecil ini,,

Yang tak pernah berani bermimpi mengeyam bangku kampus,,

Menjadi berani menembus cakrawala kesempurnaan..

Ibu,,

Rasanya air mata ini tak mau berhenti menetes,,

Jari jemari susah digerakan,, tak terkendali,,

Aku bangga padamu ibu,,

Andai  Tuhan menciptakan satu kata baru yang lebih istimewa dari sayang,,

Tuhan, ijinkan aku menjadi mahluk yang pertama mengucap kata itu untuk Ibuku,,

Tuhan, ijinkan aku member i  cinta dan kebahagian yang tulus untuk ibuku,,

Tuhan, lindungi dia seperti dia menyayangiku dalam kecilku,,

Tuhan, aku mohon jangan pernah kau ambil kebahagian dari ibuku,,

Tuhan, aku tangkupkan kedua tanganku,,

Aku persembahkan,, hanya,, hanya, dan hanya kepada Mu,,

Ijinkan dan berkahilah semua permohonanku,,

Lindungi semua ibu-ibu di dunia ini,,

Ijinkan putra putrinya membahagiakan mereka..

Ibu,, Aku sayang padamu..

Aku bangga padamu,,

Rabbighfirlii waliwa lidayya warhamhuma kama rabbayaani saghiiraa,, amiiiinn..

Semarang, 28 Desember 2011

(3 hari sebelum usianya 52 tahun)

 

Selamat hari IBU 22 Desember 2012

dan Selamat ulang tahun untuk IBU ku yang ke-53 tahun 31 Desember 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s