MAAFKANKU RAMADHAN, IDUL FITRI MENJEMPUTKU

Posted: August 17, 2012 in RELIGI

Bismillahirrahmanirrahim.

Da` wada` ya syahru romadhon

Da` wada` ya syahru shiyami

Da` wada` ya syahru Ibadah

Da` wada` ya syahru maghfiroh

Menurut “kalender” pemerintah, hari ini puasa romadhon telah sampai pada hari ke-29. Tak terasa tamu agung itu begitu cepat akan berlalu. sepertinya bumi yang terlalu cepat berputar ? atau kita yang menginginkannya cepat berlalu? atau Romadhon sendiri yang tak ingin berlama-lama dengan kita ?

Belum begitu membekas ibadah yang telah dilalui di Bulan Suci, dan bahkan nyaris belum dirasakan ni`matnya ibadah di bulan romadhon. Namun pengharapan dan kerinduan untuk benar-benar sebenarnya ibadah kepada ilahi, saat Inna As-sholatii wa nusuqii wa mahyayaa wa mamaatii liLlahi rabi Al-`alamiin, tak sebatas terlafalkan, melainkan ruh benar-benar mengakuinya dengan merefleksikan pada perilaku sehari-sehari.

Dengan detik-detik berakhirnya Romdhon tahun ini, seolah perbedaan awal Romadhan akan terulang pada penentuan awal idul fitri. Dan semoga kita mampu dan mau menyadari bahwa perbedaan itu fitri. Tak perlu dipaksakan untuk sama.

Disadari atau tidak, belakangan ini muncul kelompok-kelompok yang berusaha sekuat tenaga untuk “membenarkan” semua hal yang mereka anggap “keliru”. Yang merasa paling benar, dan lupa pentingnya memahami perbedaan. Karena perbedaan adalah rahmat dan anugerah. Dan di bulan suci romadhon, seolah perbedaan itu begitu kentara. Dari mulai metode yang digunakan untuk penentuan awal bulan, kaifiyah ibadah sunnah, hinnga penentuan awal syawal.

Seolah-olah perlu adanya pembaharuan agama atau perumusan lagi terhadap agama. Mengerikan. Penulis hanya ber-husnu Adh-Dhonn semoga apa yang sedang diperjuangkannya tersebut tak lebih sebatas menegakkan syari`at islam dan mengharap ridho Allah. Bukan propaganda yang bermula pada pengaruh sesaat dan kemarahan sesaat akibat kebencian sesaat.

Sungguh celaka seandainya perjuangan tersebut sebatas kebencian sesaat terhadap kelompok-kelompok yang dianggap merusak tatanan umat islam serta melakukan penindasan terhadap umat islam. Seperti yang difirmankan dalam Kitab Suci Alquran (Q.S. 5 : 8) ” Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeretmu untuk berbuat tidak adil. Bersikap adillah; itu lebih dekat kepada taqwa.”

Menjadi hak kita untuk marah saat ada saudara kita ditindas tanpa belas kasih. Namun kemarahan itu alangkah lebih baik bila dilakukan dengan cara-cara yang bijak sana. Kita tak harus merelakan jiwa raga untuk ikut secara praktis dalam membela di medan peperangan kalau memang kita tak mampu. Dan kita perlu menalar. Alangkah sia-sia nya bila kita ikut terjun, yang mungkin menurut penulis akan bernasib seperti mereka yang tertindas, dengan embel-embel “konyol”.

Yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita menata diri, mengevaluasi diri, mau peduli dan berbagi, mampu secara jujur memaafkan, menghargai perbedaan, mencintai perdamaian, segan meminta maaf atas salah, berbakti pada guru dan orang tua, mampu melihat jernih suatu perbedaan dari sudut pandang dari hati yang bening serta mendoakan sodara-sodara kita yang kesusahan, tertindas, dan yang terpenting mendoakan negeri Indonesia yang telah 67 tahun merdeka ini supaya diberkahi Allah SWT.

Berawal dari hal-hal kecil tersebut, bisa jadi  Allah SWT menjadikan keberkahan doa dan perilaku kita ini menjadi obat dan perjuangan paling mujarab untuk melawan segala bentuk kemungkaran terlebih untuk mereka yang sedang mendapat ujian kasih sayang dari Ar Rahman.

Di penghujung  Romadhon dan menjelang idul fitri ini, serukan PERMINTAAN MAAF yang teramat dalam untuk tamu agung dan istimewa ini, tatkala kita tak mampu “menjamu”nya dengan khidmat dan khusyu`. Kita hanya sibuk saling berperang argumen kebenaran yang kita anggap mutlak. Kita tak ubahnya peribahasa “habis manis sepah dibuang”. Dan kita hanya pamer ketaatan sementara untuk “menjamu”nya.

Dengan momentum “penyucian diri dan hati”, mari kita tebus permintaan maaf tersebut dengan menata diri selayaknya hamba yang ber-`idil fitri. Yang menjadikan hari-hari selajutnya menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Semoga amal ibadah kita diridhoi Allah SWT. amiin amiin amiin.

Ya Allah terimalah sholat kami, puasa kami, ruku` kami, i`tidal kami, sujud kami, tarawih kami, witir kami, tahajud kami, hajat kami, tasbih kami, amal baik kami sebelum, saat dan setelah Bulan Penuh ampunan, keberkahan dan rahmat ini, wahai Tuhan Semesta Alam. amiin .

Selamat Idul Fitri

Selamat idul fitri, bumi
Maafkanlah kami
Selama ini
Tidak semena-mena
Kami memperkosamu

Selamat idul fitri, langit
Maafkanlah kami
Selama ini
Tidak henti-hentinya
Kami mengelabukanmu

Selamat idul fitri, mentari
Maafkanlah kami
Selama ini
Tidak bosan-bosan
Kami mengaburkanmu

Selamat idul fitri, laut
Maafkanlah kami
Selama ini
Kami mengeruhkanmu

Selamat idul fitri, burung-burung
Maafkanlah kami
Selama ini
Memberangusmu

Selamat idul fitri, tetumbuhan
Maafkanlah kami
Selama ini
Tidak puas-puas
Kami menebasmu

Selamat idul fitri, para pemimpin
Maafkanlah kami
Selama ini
Tidak habis-habis
Kami membiarkanmu

Selamat idul fitri, rakyat
Maafkanlah kami
Selama ini
Tidak sudah-sudah
Kami mempergunakanmu

(oleh Gus Mus)

Akhirnya dengan segala upaya dan sungguh-sungguh untuk belaku jujur, tulus, amanah serta berprasangka baik, makhluk kecil ini masih dalam lilitan kebohongan, riya`, iri, dengki, acuh, khianat, serta su`udhon baik yang disengaja ataupun yang tak disengaja, memohon dengan tulus dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya ketulusan pe-maaf-an.  TaqobbalaAllahuminna wa minkum Shiyamanaa wa shiyaamakum taqobbal ya kariim. Minal Aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Comments
  1. Kautsar Uzmut says:

    Mencerahkan Banget’s bagi hati, Mas

    • Andar says:

      matur nuwun Mbak, ini juga hasil inpirasi dan menjadikan kehidupan sebagai sekolahan seperti yang diajarkan Gus Mus.. termasuk belajar dari FB nya panjenengan.🙂

  2. admin wordpress says:

    biasa ra.. salam salam salam..
    minal ‘aidin yak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s