BENARKAH INDONESIA TELAH MERDEKA ?

Posted: August 15, 2012 in RELIGI

Bismillahirrahamnirrahim

Bukan bermaksud provokatif, atau bahkan fanatik. sekedar berusaha objektif dengan apa yang dialami dulu.

Nampaknya, begitu banyak dan bahkan tak terhitung berapa jumlahnya komunitas-komunitas dan organisasi yang menjamur di negeri ini. Mulai dari yang berkarakter seni budaya, bernuansa sosial-politik, sampai yang berasaskan agama. Di alam demokrasi ini sah-sah saja  “unjuk gigi” dengan apa yang dicita-cita kan. Yang terpenting muara dari cita-cita mulia tersebut hanyalah untuk pengabdian pada  Indonesia semata. Sekali lagi hanya untuk INDONESIA belaka.

Telah bearabad-abad silam Negeri ini dikuasai oleh para penjahat perang. Sekalinya merdeka cobaan masih terus saja datang silih berganti, dan puncaknya pada rezim Mbah Harto negeri ini benar-benar belajar banyak tentang arti kata PERSATUAN, hingga munculah gagasan tentang REFORMASI yang nampaknya sekarang mulai disesalkan karena setelah reformasi keadaan bukan semakin membaik, justru semakin memburuk. Saya setuju dengan apa yang disampaikan Gus Mus, jelas saja kondisi sekarang lebih memburuk dibanding jaman dahulu, karena dulu MBAH HARTO NYA HANYA SATU, dan sekarang tak terhitung lagi berapa BANYAK MBAH HARTO-MBAH HARTO yang duduk di kursi-kursi penting di negeri ini, yang tidak lain adalah murid-murid Mbah Harto yang dididik selama 32 tahun lamanya (itu yang terlihat secara kasat mata).

Ditambah lagi impor-impor segala jenis produk KAPITALIS, yang secara perlahan menggerogoti dan mencemari TATANAN KEHIDUPAN INDONESIA. Tak hanya produk yang bernuansa budaya barat yang dianggap liberal, kapitalis dan lain sebagainya yang dianggap berbau Zionis, bahkan produk-produk “impor agama” juga mulai kentara. Terlebih lagi orang-orang perkotaan semakin terbius dan mengangaap paling benar dan maju dalam segala hal, lantas meneruskan pembiusan ke “pedesaan” yang begitu damai dan kental dengan ajaran-ajaran Manusia Agung Muhammad SAW.

Orang-orang pedesaan yang dianggapnya kaum tertinggal ( bahkan dibentuk kementrian tersendiri yang mengurusi daerah tertinggal), sejatinya adalah pelopor KEARIFAN LOKAL yang semboyan itu selalu digembor-gemborkan oleh kaum intelektual perkotaan.

Tak jarang pula para pemangku jabatan semakin membuat muak saja. Begitu banyaknya para menteri yang dipanggil KPK, entah diperiksa sebagai saksi, atau diduga sebagai tersangka. Yang jelas sungguh menyedihkan. Sudah saatnya kita perlu merubah ini semua, kita perlu memilih dengan jernih para pemimpin kita yang meneladani pemimpin agung dunia Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang Sidiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah.. ya, memang benar banyak pemimpin kita yang “Tabligh” dan “Fathonah”, dan dimana pemimpin yang “Sidiq” dan “Amanah” ?

Saya sangat setuju dengan adanya Keistimewaan di Jogjakarta. Semoga mampu menjadi penawar dengan menjamurnya budaya-budaya impor yang semakin hari terus diagung-agungkan para kaum perkotaan, dan terus dipelopori televisi-televisi yang lupa diri.

Entah sampai kapan negeri ini mampu bertahan, hanya kesadaran kita akan nasehat mbah-mbah kita terdahulu yang mampu “meredam” ini semua. Semoga momentum datangnya Bulan Suci Ramadhan ini mampu mensucikaan hati dan pikiran untuk melihat dengan jernih apa yang sesungguh terjadi di negeri ini. Dan kita mampu menjadikan diri yang lebih baik untuk Indonesia yang lebih baik.

Dalam berkah bulan penuh rahmah ini, mari kita bentangkan semangat dan buka pintu lebar-lebar untuk saling peduli.🙂

MARI BERDOA UNTUK INDONESIA.

SALAM SALAM SALAM .

Comments
  1. Baehaki says:

    mbah harto nya berkembang biak,,mati satu tumbuh lebih dari satu..
    dari masa ke masa sosok pemimpin negri ini mmliki kelemahan dan kelebihannya msing masing..
    pretasi negeri ini linear kah atau parabolik, atau seperti diagram kurva tegangan regangan baja..
    yang mendekati nilai plastis…
    negeri kita saat ini CERDAS, saat ini ilmu tersebar dimana mana sehingga banyak oang yang berilmu tp sedikit orng yg mendapatkan hidayah..”
    berfikir tanpa persaan, itu adalah hal yg sadis (indonesia saat ini)
    berpersaan tanpa fikiran itu adalah sesuatu yang lemah (indonesia tempo dulu)

    kecerdasan mreka tanpa hidayah, hnya membawa mreka untuk mencari kenikmatan pribadinya..bukan untuk org lain…untuk kesejahtraan anak anaknya, sodara2 nya..tp bukan untuk rakyatnya..individualisme semakin kental di negeri ini..dari level rkyat smpe level pemimpin…

    pemimpin selalu menuntut lebih pada rakyatnya, tanpa menggunakan persaan, tp fikiran..
    mreka berbuat salah saat ini adalah simbol perlawanan yg sewajarnya manusia lakukaan selemah lemahnya manusia..”tak peduli dengan aturan, toh peminpin juga gk taat aturan” hanya sebuah tekanan yg mereka dapatkan,,jd rakyat pun ingin menjadi penikmat kehancuran negeri ini.

    di momen momen hari keerdekaan ini, kibarkan bendera kita…sang pemersatu bangsa (tempo dulu) kebersamaan dan kepedulian sesama, untuk sebuah kemerdekaan.

    smga selain sebagai makhluk yang berimu,, kita juga mendapat hidayah dari nya..

    *Bravo engineer…bangun gedung, bangun ngri…
    hehehe

    • Andar says:

      Istimewa kawanku yang satu ini🙂 Pemimpin yang ideal itu yang meneladani Pemimping Agung kita Kanjeng Rasul Muhammad SAW dengan 4 sifatnya (Sidiq, Amanah, Tabligh, fathonah) yang mampu mengubah dunia dengan begitu cepatnya. Memang banyak Pemimpin yang Tabligh dan fathonah. Tapi kita butuh pemimpin yang mempunyai empat unsur pemimpin ideal tersebut. Pertanyaannya sekarang, masih adakah Sidiq dan Amanah itu ? mari kita doakan dan mari merdeka. salam Engineer🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s